Senin, 18 April 2016

ORGANISASI BERKAS

Organisasi berkas diatas memiliki kemampuan untuk diproses
dengan metode pemprosesan & pengaksesan yang berbeda
uDalam menggorganisasi berkas secara Sekuensial, Langsung, maupun Sekuensial
Berindeks memiliki cara yang berbeda dalam penyusunan rekaman-rekaman yang
membentuk berkas / file tersebut.
uRekaman-rekaman data tersebut tersusun atas sejumlah medan Data.
uMedan Data : Nilai Dasar yang membentuk sebuah rekaman Data
uRekaman Data : Koleksi Berbagai Medan yang berisi beberapa item data elementer

uBerkas Data : koleksi dari rekaman-rekaman yang sama, yang diletakan dalam peralatan
penyimpanan data komputer
Pencarian Berkas Secara Sekuensial
uPencarian berkas secara sekuensial dilakukan dengan memproses rekaman-rekaman
dalam berkas sesuai dengan urutan keberadaan rekaman-rekaman tersebut sampai
ditemukan rekaman-rekaman yang diinginkan atau semua rekaman akan terbaca.
uContoh “nama mahasiswa” merupakan subskrip dalam pencarian pembacaan rekaman
dengan “nama mahasiswa” = “Dewi Sartika”
uUntuk mencari nama “Dewi Sartika”, diperlukan probe sejumlah 5 kali
uPermasalahan yang muncul bila rekaman berada pada urutan belakang, maka
pembacaan akan semakin lama. Dan apabila nama yang dicari tidak ada dalam rekaman,
maka aplikasi harus membaca semua rekaman & berakshir denganm pesan “Rekaman
tidak ditemukan”
uHasil pengurutan (menurut nama mahasiswa) adalah sebagai berikut :

uSetelah data tersebut diurutkan maka pembacaan secara sekunsial dalam pemprosesan pencarian nama“Dewi Sartika” hanya diperlukan 2 probe lebih kecil dibandingkan sebelum berkas diurutkan.

Pencarian Biner(Binary Search)
uUntuk sebuah berkas yang sudah di urutkan, jumlah probe yang diperlukan untuk
membaca sejumlah rekaman dapat di usahakan untuk diperkecil lagi dengan menggunakan
teknik pencarian biner.
uJika Kuncicari < Kuncitengah, maka bagian berkas mulai dari Kuncitengah sampai akhir
berkas dielaminiansi.
Contoh 
uCari rekaman dengan kunci 49 .... 
                    1    2   3     4    5     6     7   8    9
uIterasi 1 : [21, 25, 28, 33, 38, 39, 48, 49, 69]
uIterasi 2 :  21, 25, 28, 33, 38, [39, 48, 49, 69]
uIterasi 3 :  21, 25, 28, 33, 38, 39, 48, [49, 69]
Perhitungan :
uIterasi 1  : TENGAH1 = [1+9)/2] = 5
Kuncicari : Kuncitengah à 49 > 38
   à AWAL = TENGAH1  + 1 = 5+1 = 6
                   2    3    4     5    6    7   8   9        
Iterasi 1 : [21, 25, 28, 33, 38, 39, 48, 49, 69]  
uIterasi 2  : TENGAH2 = [6+9)/2] = 7
Kuncicari : Kuncitengah à 49 > 48
à AWAL = TENGAH2  + 1 = 7+1 = 8
                 1    2    3    4    5     6    7     8    9
Iterasi 2 :  21, 25, 28, 33, 38, [39, 48, 49, 69]  
uIterasi 3  : TENGAH3 = [8+9)/2] = 8
Kuncicari : Kuncitengah à 49 = 49
à Ketemu, Probe = 3
                  1    2   3    4    5    6    7     8     9
Iterasi 3 :  21, 25, 28, 33, 38, 39, 48, [49, 69]
Pencarian Interpolasi
uPencarian Interpolasi menentukan posisi yang akan diperbandingkan berikutnya
berdasarkan posisi yang diestimasi dari sisa rekaman yang belum diperiksa.
uSyarat dalam pencarian berkas dalam pencarian interpolasi adalah kunci rekaman
adalah bilangan numeris, karena dalam proses pencarian interpolasi posisi rekaman yang
akan dibandingkan dihitung dengan melibatkan proses aritmatik tehadap kunci awal, kunci
akhir, dan kunci yang di cari.
uKunci awal adalah kunci awal pada posisi pencarian terakhir, bukan kunci awal berkas.
CONTOH : 
uUntuk rekaman dengan susunan sebagai berikut :
   1    2    3    4    5    6    7    8    9
 [21, 25, 28, 33, 38, 39, 48, 49, 69]
Berapa probe untuk menentukan rekaman dengan kunci 49 bila menggunakan pencarian interpolasi ?
                       1     2    3    4   5    6     7    8    9
u  Iterasi 1 :  [21, 25, 28, 33, 38, 39, 48, 49, 69]
u Iterasi 2 :  [21, 25, 28, 33, 38, 39, [48, 49, 69]
Perhitungan
uIterasi 1  Berikut1 = 1 + (49-21)/(69-21)  (9-1) = 5.66666 ≈ 5
 à Kcari ? Kberikut = 49 > 38, Maka AWAL = Berikut1 + 1 = 5+1 =6
                  1    2    3    4     5    6    7   8    9
Iterasi 1 :  [21, 25, 28, 33, 38, 39, 48, 49, 69]
uIterasi 2  Berikut2 = 6 + (49-39)/(69-39)  (9-6) = 7
à Kcari ? Kberikut = 49 > 48, Maka AWAL = Berikut2 + 1 = 7+1 =8
                 1    2    3    4    5     6    7    8    9
Iterasi 2 21, 25, 28, 33, 38, [39, 48, 49, 69]
uIterasi 3  Berikut3 = 8 + (49-49)/(69-49)  (9-7) = 8
à Kcari ? Kberikut = 49 = 49, Maka Ketemu, Probe = 3
                 1    2    3    4    5    6   7    8     9
Iterasi 3 21, 25, 28, 33, 38, 39, 48, [49, 69]

Sumber : PPT Ibu Dine Tiara



Tidak ada komentar:

Posting Komentar